HARGA SEBUAH KOMITMEN
K
Khaerul Umam
10 Februari 20261 min baca41 views
Bagikan:
Kembali kita disuguhkan berbagai macam kejutan dari sejarah perjuangan baginda Rasulullah SAW, dalam hal ini beliau menunjukan bagaimana kuatnya sebuah komitmen yang terhubung dengan nilai-nilai Ilahiyyah. Dalam salah satu episode sejarah Nabi SAW yang tertulis diberbagai literature sejarah islam, terlebih khusus dalam kitab shirah(Rakhiiqul Maakhtum) karangan Syafiyyurrahman Al-Mubarakfury dimana Abu Thalib selaku paman Nabi sekaligus pelindung Nabi ketka itu mendapatkan tekanan dan desakan dari para petinggi Mekkah/ Daarun Nadwah untuk menghentikan Da’wah yang dibawa oleh Nabi dan para sahabat, namun apa jawaban yang disampaikan baginda Nabi kepada mereka?
“Wahai pamanku, demi Allah, andaikan mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, agar aku meninggalkan agama ini, hingga Allah memenangkannya atau aku ikut binasa karenanya, maka aku tidak akan meninggalkannya”.
Sebuah pernyataan KOMITMEN dari seorang Nabi dan Rasul yang menentukan arah perjuangan umat islam dikala itu. Tidak lama setelah komitmen tersebut, umat islam di uji dengan berbagai tekanan dan diskriminasi dari kalangan petinggi/elit Mekkah, sampai pada puncaknya Rasulullah bersama para sahabat dan kabilah Bani Hasyim, Bani Muthallib di Boikot dilembah Syi’ib. 3 tahun lamanya mereka hidup dengan dibatasinya komunikasi, logistik dan aktifitas ekonomi sehingga banyak dari kalangan mereka yang meninggal karena tekanan keadaan yang sangat tragis tersebut. Namun dibalik itu semua, dibalik Komitmen Suci yang disampaikan Nabi SAW, ada janji Allah yang pasti. Dihadirkannya Madinah sebagai basis penegakkan Syari’ah yang menjamin seluruh hidup kehidupan, dunia maupun akhirat sebagaimana dalam Qs. Al-Anfaal ayat 26
وَاذْكُرُوْٓا اِذْ اَنْتُمْ قَلِيْلٌ مُّسْتَضْعَفُوْنَ فِى الْاَرْضِ تَخَافُوْنَ اَنْ يَّتَخَطَّفَكُمُ النَّاسُ فَاٰوٰىكُمْ وَاَيَّدَكُمْ بِنَصْرِهٖ وَرَزَقَكُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
“Ingatlah ketika kamu (umat Islam) masih (berjumlah) sedikit lagi tertindas di bumi (Makkah). (Saat itu) kamu takut bahwa orang-orang akan menculikmu, lalu Dia memberimu tempat menetap (Madinah), menjadikanmu kuat dengan pertolongan-Nya, dan memberimu rezeki yang baik agar kamu bersyukur”.
Harga yang tidak murah, perjuangan yang tidak mudah dari sebuah KOMITMEN SUCI Rasul dan para sahabat yang berasal dari jiwa yang suci. Kemenangan demi kemenangan didapatkan, satu persatu janji Allah terungkap dihadapan dan disaksikan oleh Dunia. Kebathilan sirna karena komitmen yang berkelanjutan dari para sahabat dengan dasar Iman yang Haq. Semoga kita menjadi bagian dari orang-orang yang komitmen terhadap apa yang kita yakini, komitmen suci yang berasal dari jiwa yang suci sehingga layak mendapatkan Ridlo dari Sang Pemilik jiwa ini, aamiin...
Waallahu A’lam