Aku Hafal, Tapi Rindu Itu Tak Hafal
K
Kelulusan 2025 DM
7 Februari 20261 min baca4 views
Bagikan:
Ayah… Bunda… Tahukah kalian… Setiap huruf Qur’an yang kutanam dalam dada Tak pernah lepas dari bayangan wajah kalian di sejadah
Saat semua tertawa di sela hafalan Aku diam menatap sajadah kosong di malam harapan Mengulang-ulang satu ayat Sambil menahan tangis agar tak terdengar oleh teman sekamar
Bunda… Aku ingat doamu dari balik pintu "Ya Allah… jika tidak banyak harta yang kuberi, jadikan anakku hadiah surga untukku nanti" Lalu kau menangis dalam sujud panjang Sedangkan aku hanya bisa membalas dengan hafalan yang kupeluk seorang
Ayah… Kau genggam tanganku waktu aku lelah “Anakku… kuatlah… Al-Qur’an itu jalan terang, meski kau harus berjalan dengan air mata dan sunyi yang panjang…”
Dan kini… Saat aku berdiri, membawa gelar hafidz di pundak Yang kurindukan… bukan pujian, bukan tepuk tangan Tapi peluk kalian, yang dulu tak sempat kudekap karena sibuk mengejar hafalan
Maafkan aku, Ayah… Jika jarang kubalas pesan rindu yang kau kirim dari jauh Maafkan aku, Bunda… Jika peluk dan ciummu hanya bisa kutemui dalam mimpi yang sebentar lalu runtuh
Ya Allah… Jika semua hafalanku Engkau terima, jangan izinkan orang tuaku berjalan sendiri di padang Mahsyar nanti Biarkan aku, dengan ayat-Mu, menggandeng tangan mereka Menuju surga yang pernah mereka tanam dalam tiap doa